Feeds:
Pos
Komentar

HONDA CS 1

new honda cs one - city sport one

Honda motor mengeluarkan varian baru dalam jajaran produknya, bukan bebek, bukan matic, bukan motor sport. tapi cenderung gabungan kesemuannya, body keseluruhan memang mirip bebek, tapi bagian depan spt motor matic, bagian belakang menggunakan pegangan ala honda new tiger.

motor yg dibandrol Rp.17 jt-an ini menggunakan tipe mesin 4 langkah OHC pendingin air dengan kapasitas 125 cc (5 gigi transmisi). monoshock, rem cakram depan dan belakang dan kopling manual.

speknya sih keren, tapi yg bikin males tuh dibawah jok tempat duduk tidak ada bagasi, tapi dipindahkan ke bagian depan diberi nama c-box (pantes bagian depan gendut gitu). padahal saya pribadi beli motor bebek tertarik dengan bagasi yg lebar di bawah tempat duduk. terus desain stirnya emang kelihat nyaman, ga bikin punggung cepet pegel, tapi ya jadi terlihat agak aneh, soalnya stir dan lampu ngga nyatu ala skuter matic gede.

overal jika tertarik, mesti inden dulu lebih kurang 2 minggu kata sales yg melayani pertanyaan saya ketika peluncuran perdana di pelataran PTC surabaya tgl 6 april 2008.

majalahpria.com

NINJA 250

ninja-250-r-2008-10jpg.jpg

gimana tanggepanya ni blurr sekaliann

45 jt blurr

majalahpria.com

MODIF

new-tiger.jpg

kawasakininjazx6r2007-8301-003-f.jpg

   

pulsar 200

Kesimpangsiuran isu pada kuartal ketiga 2007 lalu akhirnya terbukti BAI alias Bajaj Auto Indonesia akhirnya meluncurkan Bajaj Pulsar 200cc di Indonesia. Adalah KafeMotor yang meluncurkan bisikan bahwa BAI akan merilis Pulsar 200cc pada Januari 2008. Sebagai pengendara Bajaj Pulsar 180DTSi pada Desember 2007 saya mencoba mencari konfirmasi dari Fontana Merdeka, dealer Bajaj Pulsar di Jl. Merdeka, Tangerang. Pihak Fontana Merdeka mengatakan bahwa mereka belum diberi informasi oleh Fontana Pusat mengenai akan diluncurkannya Bajaj Pulsar 220cc. Mereka mengatakan bahwa kalau akan ada produk baru pihak BAI pasti mengumpulkan semua dealer untuk diberi briefing. Saya sih menduga Fontana Merdeka hanya mencoba utuk menyembunyikan informasi tersebut supaya Bajaj Pulsar 180DTSi yang digelar di gerainya tetap laku. Kalau ada kepastian berita bahwa pada Januari 2008 akan diluncurkan Bajaj Pulsar 200cc tentu pembeli akan menunggu motor yang akan bertarung di pasar motor melawan Si Macan, Honda Tiger Revo.

Selang waktu peluncuran Pulsar 200cc di India dan Indonesia adalah satu tahun. Di India, Pulsar 200cc diluncurkan pada Januari 2007. KafeMotor memuat bisikan mengenai akan duluncurkannya Pulsar 200cc ini pada November 2007 lalu.

Spesifikasi Bajaj Pulsar 200DTSi

Tipe mesin: 4-tak, 1 silinder, Air cooled, SOHC
Kapasitas mesin: 198,6 cc
Tenaga maksimum: 18 dk
Torsi maksimum: 17,17 Nm
Transmisi: 5 kecepatan
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: NitroX shock absorbers
Rem depan: Cakram 260 mm
Rem belakang: Tromol
Pelek: Alloy wheels 17 inci
Ban depan: 90/90-R17
Ban belakang: 120/80-R17
Wheelbase: 1.345 mm
Berat kosong: 145 kg

Sayangnya, penambahan kapasitas sebesar 20cc hanya memberikan kenaikan tenaga sebesar 1,5 daya kuda. Pulsar 200cc 18dk dan Pulsar 180cc 16,5dk. Akan tetapi, tetap saja tenaga maksimum Pulsar 200cc lebih besar dari Tiger Revo yang 16,7dk. Bagi pemilik Pulsar 180cc tidak harus segera melego Pulsarnya dan menggantinya dengan yang 200cc. Kalau butuh cc besar, bore up saja Pulsar 180cc dan belikan oil cooler, begitu kata Ilham KafeMotor kepada saya November 2007 lalu.

Apakah saya akan ganti ke Pulsar 200cc?

Kalau pingin sih iya. Sayangnya, Si Ngorok masih utang 16 angsuran lagi. Kalaupun mau ganti berarti saya harus nunggu 16 bulan lagi. Itu kalau belum ada varian dengan cc lebih besar tentunya. (Nggaya banget sih. Padahal postur tubuh sebenarnya lebih cocok kalau saya ini make Yamaha Mio. Hahaha…)

Harga

Karena pertanyaan Den Praditya di sini, informasi ini saya tambahkan.

Apabila Sampeyan kepincut dengan Bajaj Pulsar 200cc ini maka Sampeyan perlu mengeluarkan mas kawin sebesar Rp 20 juta. Sedangkan, untuk Bajaj Pulsar 180cc produksi 2008 harganya Rp 17 juta. Harga Bajaj Pulsar 180cc naik dari Rp 16,5 juta OTR (Jabodetabek) menjadi Rp 17 juta.

Untuk Bajaj Pulsar 200cc harganya hanya terpaut Rp 3 juta dari Tiger Revo. Sedangkan, untuk Bajaj Pulsar 180cc menjadi sama dengan Megapro-nya Primus. Iya nggak sih?

pulsar 180

Test Ride Bajaj Pulsar

Giliranku mengetes Bajaj PulsarSetelah berpusing-pusing melihat pameran, kami bertiga keluar dari gedung pameran dan menuju tempat test ride yang terletak di areal parkir. Di sini ada 2 area test ride. Yang pertama adalah milik Bajaj Pulsar dan yang sebelahnya milik Honda.

Kami masuk ke areal test ride Bajaj Pulsar terlebih dahulu. Tidak lupa mendaftarkan diri untuk ikutan test ride. Hore… dapat nomer 2. Tapi rupanya di areal test ride sudah antri puluhan orang. Rupanya kami harus menunggu sampai nomernya kembali ke 1 lagi. Yo wis, kami menunggu dengan sabar sambil melihat para tester mencoba Pulsar. Ada juga tester yang nekat ngebut dan bahkan ada pula yang sampai roda depannya terangkat. Weks… kalau jatuh bagaimana ya? Nekat juga tuh.

Edo dan BajajHore… akhirnya giliranku tiba juga. Dengan semangat 45 aku masuk areal test ride dan menuju ke salah satu motor Pulsar. Aku dapat warna hitam satu-satunya, yang lain warnanya merah. Aih… tidak ngaruh lagi. Eh, siapa bilang? Kan warna kaosku merah, kalau dapat Pulsar merah kan akan lebih matching gitchu… (* halah *)

Sempat dijelasin secara singkat oleh si pendamping. Asyik juga tuh speedometernya yang digital. Keren deh. Rupanya putaran pertama harus dibonceng sama si pendamping. Weks… kenapa harus dibonceng dulu ya? Mending para tester diberi kesempatan mencoba 2 putaran biar puas. Kan dengan 1 putaran dibonceng berarti si tester hanya dapat menjajal sendiri 1 putaran saja. Tapi rupanya saat membonceng si pendamping juga sekalian menjelaskan apa-apa saja yang perlu dilakukan, misalnya saat menerabas rintangan bumpy, dia bilang di rintangan bumpy ini kita tancap gas saja. Yo wis, nurut wae dari pada babak belur (** Hihihi… **)

Akhirnya setelah melintas 1 putaran dibonceng, tibalah saatnya menjajal sendiri si Pulsar. Selain bentuknya oke, handlingnya juga oke. Sayang lekukan dengkul di tangki tidak pas dengan kakiku. Maklum, kakiku kepanjangan. Hihihi… dasar badanku aja yang tidak proporsional. Panjang tangan, panjang kaki, panjang… (** halah **).

Kesan pertama: setelan kopling agak ketinggian. Tarikan oke banget. Tapi kayaknya handling stir agak narik saat belok. Tapi waktu aku nyoba Honda Tiger juga begitu. Mungkin semua motor sport begitu ya? Mungkin karena sudut rake-nya lebih besar dari pada bebek. Maklum, motorku kan bebek. Tapi aku rasa membiasakan diri dengan hal ini bisa dilakukan dengan singkat.

Seperti saran pendamping, pada saat rintangan bumpy kuterabas dengan kencang. Yup… rintangan dapat kutrabas dengan oke. Selain shockbreakernya yang mumpuni (shock belakang pakai gas Nitrogen) juga didukung jok yang empuk sehingga pantat tidak sakit. Jadi sebel dengan MX-ku nih. Selain shockbreakernya lembek juga karena jok-nya keras banget. Tidak heran jika pantatku lecet saat mudik kemarin (baca: “Perjalanan Penuh Keprihatinan“).

Sayangnya sirkuitnya pendek dan para tester hanya diberi kesempatan berpusing sekali padahal rasa penasaran belum terpuaskan. Karena sudah dicegat petugas, ya akhirnya kukembalikan si Pulsar. Padahal rasanya masih ingin muter beberapa kali lagi. Begitu turun dari motor si petugas memberikan angket dengan pesan dari sponsor: “Diisi 10 semua ya, Mas.” (** Halah, si petugas ngajakin curang. **)

Tapi walau pun ada pesan dari sponsor, aku tidak keberatan mengisi beberapa item dengan nilai 10. Tetapi ada juga yang nilainya kuisi 8 untuk kopling dan persneling. Maklum, koplingnya ketinggian stelannya dan jadinya sulit pindah gigi. Apalagi untuk menetralkan. Gak bisa juga kunetralkan. Mungkin aku dapatnya yang stelannya tidak oke, soalnya Edo kayaknya enjoy aja dengan Pulsarnya.

Setelah menyerahkan angket kami mendapatkan kaos Bajaj. Hore… Yang lucu si Neti. Dia kan tidak ikut test ride, tapi karena mengisi angket dan ikut menyerahkan angket akhirnya dapat kaos juga. Hahahaha… (** Langsung kabooor **)

So? Jadi ingin punya Bajaj Pulsar 180 DTS. Semoga aja menang Door Prizes berhadiah Pulsar ya? Ayo dong… aku didoain biar menang… (Amin).

tiger revo

Meski akhir akhir ini produk keluaran Astra Honda Motor mendapat kritikan tajam disana sini, sebenarnya ada beberapa sisi positif yang dimiliki produk keluaran Honda, salah satunya dari varian  Tiger Revo. Meski memiliki teknologi usang dan hanya berganti cassing, tapi masih ada juga  yang membeli motor nya kan?  Berarti dengan segala kekurangan di sana sini masih ada sisi positif yang bisa diambil dari produk AHM yang satu ini.

Teknologi dan penampilan Honda Tiger Revo

Tidak banyak perubahan yang dilakukan oleh pihak AHM ketika mempensiunkan Honda Tiger 2000 dan menggantinya dengan Honda Tiger Revo. Bahkan perubahan yang dilakukan oleh AHM pada penampilan bisa dihitung dengan sebelah tangan. Tapi ternyata perubahan tersebut cukup efektif, terutama dimata orang awam. Perubahan yang paling terlihat jelas adalah pada bentuk panel, yang tadinya minimalis, kini menjadi lebih maximalis bahkan bisa dikatakan menjadi mirip dengan Honda CBF 250. Pemasangan velg CW dan rem cakram belakang memang sepintas langkah sederhana, namun itu sudah cukup untuk membuat penampilan Tiggy Revo menjadi lebih kekar. Suspensi belakang standar diganti oleh suspensi Air Cushion, membuat motor menjadi sedikit terlihat hi-tech. Dengan perubahan yang dilakukan tersebut membuat Tiger Revo memiliki tampilan yang cukup sangar dan wibawa terutama di banding motor lainya yang sekelas.

Untuk urusan mesin, dan sasis memang tidak berubah. Tetapi ada hal positif yang dapat diambil disini. Sasis Tiger 2000 terbukti cukup andal, terutama untuk di pakai di perkotaan. Meskipun mesin Tiger dikenal tidak lincah dan cenderung lamban, namun untuk pemakaian di dalam kota dengan kisaran kecepatan 60 – 80 km/jam dijamin mesin rancangan awal tahun 90an ini masih cukup memadai. Apalagi mengingat kesamaan dasar rancangan dengan Tiger 2000 baik mesin maupun sasis membuat konsumen dan mekanik AHM tidak kesulitan untuk mengganti suku cadang ataupun memperbaiki Tiger Revo. Yang bisa dijadikan catatan adalah, AHM membuat motor dengan penampilan yang cukup sangar sekaligus untuk menutupi performa mesin yang agak kurang. Barang kali AHM menarik kesimpulan dari moge. Karena umumnya moge memiliki penampilan yang besar dan berwibawa, moge tidak perlu sprint atau ngebut untuk menunjukan performanya, cukup hanya dengan melihatnya saja sudah bisa menjelaskan performa yang dimiliki moge tersebut.  Atas dasar pemikiran inilah AHM merasa cukup hanya merubah penampilan luar  Tiger Revo dan mengabaikan peningkatan teknologi dan performa mesinya.

Kenapa Membeli Tiger Revo ?

Ada tiga alasan Tiger Revo masih memiliki banyak konsumen. Pertama adalah kesetiaan pada brand Honda. Kedua adalah alasan ekonomi, dan yang terakhir adalah karena ketidak tahuan akan perkembangan teknologi.

  • Kesetiaan pada Brand Honda.

Untuk alasan yang satu ini memang sering terjadi. Tapi umumnya hanya terjadi pada konsumen motor besar (moge) Eropa atau Amerika seperti Harley-Davidson, Ducati atau Mv Agusta. Hal ini bisa dimaklumi karena umumnya konsumen moge membeli motor hanya untuk having fun dan bukan digunakan untuk kendaraan harian. Namun kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa Honda memiliki sejarah panjang pada dunia roda dua di Indonesia, sehingga tidak sedikit orang yang menggunakan motor Honda secara turun temurun, sehingga memiliki ikatan emosional pada brand Honda. Jangan lupa meski tidak didukung penuh oleh ATPM Honda, Tiger memiliki fans club yang cukup besar di tanah air dengan anggota ribuan orang, yaitu HTML.

  • Faktor alasan Ekonomis

Dengan luasnya jaringan servis dan suku cadang Honda di Indonesia, membuat konsumen Honda Tiger Revo merasa tenang bahwa motornya tidak akan mendapat kesulitan apabila mereka mengalami kerusakan dimanapun mereka berada. Apalagi kesamaan mesin dan sasis Tiggy Revo dan Tiggy 2000 yang sudah teruji ketahananya juga akan memudahkan mekanik dalam memperbaiki kerusakan dan mengganti suku cadang. Semuanya berimbas pada harga jual kembali Honda Tiger Revo yang cukup tinggi bila dibanding motor dari merk lainya yang sekelas.

  • Ketidak tahuan konsumen akan teknologi.

Kalau yang terakhir ini mungkin sangat relatif. Namun bagi orang yang tinggal di daerah terpencil ataupun bagi mereka yang baru memulai menjadi bikers, memiliki motor berpenampilan jantan dan gagah adalah hal yang lumrah. Sehingga penampilan luar Honda Tiger Revo yang lebar dan kekar bagaikan gayung bersambut. Asumsi bahwa motor dengan tampilan sangar biasanya memiliki performa dahsyat pun turut mempengaruhi pilihan mereka. Ambil contoh termudah, ketika berhenti di lampu merah, jika kita lihat penampilan Tiggy Revo yang lebih kekar jika dibandingkan motor lainya semakin membuat terpesona para konsumen awam tersebut.  Sayangnya jika konsumen awam tersebut membeli Tiger Revo dengan tujuan tidak hanya untuk penampilan, namun juga untuk performa tentunya mereka akan merasa kecewa dengan motor barunya.

Kesimpulanya : Beli Tiger Revo atau pilih motor merk lain?

Jika anda merupakan  orang yang setia dengan produk Honda dan mengedepankan faktor ekonomi, kenapa tidak? Ikatan emosional antara bikers dengan merk motor tidak bisa dikesampingkan. Jaringan purna jual AHM yang luar biasa luas dan harga jual kembali yang tinggi pun tidak bisa dilewatkan begitu saja. Penggunaan mesin lama yang sudah teruji kemampuanya juga menambah faktor “aman” dalam membeli motor. Apalagi jika anda membeli Tiggy Revo untuk menjadikanya kuda besi harian dan tidak berniat memakainya untuk kebut kebutan, dijamin anda tidak akan kecewa dengan pilihan anda. Tiger Revo memang motor yang berpenampilan elegan untuk konsumen yang mapan…setuju?

Tetapi jika anda bikers yang masih mencari bentuk, dalam arti masih mencari motor yang sempurna dari segi penampilan dan performa sebaiknya anda menjauhi showroom motor berlambang sayap. Karena dijamin anda akan kecewa berat. Masih ada ATPM lain yang menawarkan produk yang jauh lebih bermutu dibanding Tiger Revo. Bajaj contohnya, kesampingkan image Bajaj yang masih minus. Namun Pulsar 180 DTSi menawarkan penampilan yang tidak kalah sangar dibanding Tiggy. Dari sisi performa apalagi, Pulsar dengan kapasitas mesin lebih kecil dan harga yang jauh lebih murah dijamin lebih superior dari Tiggy.   Atau mungkin jika anda masih kurang yakin dengan Bajaj masih ada kok Yamaha V-ixion dan Suzuki 150 FU. Meski V-ixion terlihat kurus dan FU adalah bebek, namun dengan performa yang mereka miliki dijamin dapat mempermakukan Tiger Revo dengan sangat sangat mudah.

NINJA RR


Kawasaki NINJA RR 150CC MotoGP-nya Kawasaki Indonesia

“Super Electrofusion Cylinder”
PT KAWASAKI MOTOR INDONESIA memberikan garansi 3 tahun atau 50.000 km tanpa korter.


Jadi..mo pake motor Ninja 2 tak EURO II..? ga usah khawatir Bro..!! Tinggal Set..set..sett…!!!


 

Kawasaki Ninja RR 150 CC

Pertama saya ingin meminta maaf kepada penggemar motor merk lain apabila ada kalimat yang kurang berkenan dan sebagainya.
Tulisan ini hanyalah pendapat saya tentang Kawasaki Ninja RR 150 CC karena kebetulan saya memiliki motornya.Kawasaki. Hmmm… Mungkin di Indonesia merk Kawasaki kalah populer dibandingkan Honda, Yamaha dan bahkan Suzuki.
Tapi entah kenapa, pertama saya boleh memiliki sepeda motor dan mengendarainya, pilihan saya jatuh kepada merk ini yaitu Kawasaki.
Pertama saya mengendarai motor Kaze R.
Motor bebek 4 tak tertinggi kapasitasnya pada saat itu (sekitar tahun 1995).
Tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena motor tersebut saya kendarai dengan kondisi standar tanpa banyak perubahan.
Yang pasti motor itu masih saya miliki sampai sekarang dan belum turun mesin sama sekali, bahkan ganti kanvas kopling pun tidak.
Padahal mulai dari tahun 2002 – sekarang motor tersebut digunakan untuk mengangkut barang (ban sepeda motor) dalam jumlah yang tidak sedikit.

Memasuki tahun 1998, Alm. Ayah saya menawari saya untuk mengganti sepeda motor.
Saya langsung meng-iyakan karena motor tersebut adalah Kawasaki Ninja S (masih velg jari-jari).
Pada tahun itu, masih jarang orang yang menggunakan motor Kawasaki Ninja.
Rasanya seperti menaiki motor mewah.
Tiap berhenti di lampu merah, mata orang-orang tertuju kepada motor saya, bukan ke saya😦
Rasanya selalu menjadi pria terkeren sejagat.
Memang motor yang sangat istimewa di kelasnya.
Pengalaman saya pertama kali ngebut dengan motor ini, saya hampir jatuh terjungkal kebelakang karena belum tahu karakteristik-nya.
Sungguh luar biasa tenaganya.
RPM 7000 ke bawah memang terasa seperti motor-motor biasa, tapi RPM 7000 ke atas badan saya serasa sedang ditarik ke belakang, motor lari seperti setan.
Ketika sudah mengetahui karakteristik motor tersebut, saya tidak pernah lagi ngebut mulai dari gigi 1, pasti saya mulainya dari gigi 2, kalau tidak pasti motor standing.

Mesin motor ini juga sangat kuat.
Sampai saya menjual motor tersebut (Juni 2007), tidak pernah saya mengganti blok mesin dan isinya.
Memang suara sedikit berubah, agak kasar, tetapi sewaktu di cek dalamannya, tidak ada baret / lecet sedikitpun.

Modifikasi saya terakhir dari motor ini adalah :
1. Rear Tire 150/70-17 BT45 R, Front FDR 90/80-17 XR
2. Velg Belakang Rossy 2.50-17, Depan TK 2.15-17
3. Cakram Belakang
4. Body Belakang Lancip lampu vario
5. Lampu depan Satria FU
6. Takometer Digital
7. Master rem depan Brembo
8. Karbu std reamer 28
9. Silincer stainless (merk lupa)
10. Perut knalpot custom
11. Cat rangka full hitam, body blue candy

Motor ini laku 11 juta, termaksud tinggi diukur dari tahunnya.
Maaf saya tidak mempunyai fotonya, tapi kalau ada pembaca yang berdomisili di Denpasar dan melihat Ninja dengan nopol B 4203 FF, itulah eks motor saya.

Kawasaki Ninja RR 150 CC.
Inilah motor yang saya idam-idamkan sejak dulu.
Memang dari dulu saya ingin membeli motor tersebut namun saya sangsi akan layanan purna jualnya.
Namun sekarang beda, sparepartnya sudah mudah untuk di dapat.
Jadi saya memutuskan untuk meng-upgrade motor saya yang lama.
Kebetulan bisnis Internet Marketing saya sudah lancar dan kondisi keuangan semakin baik jadi saya tidak takut-takut untuk membeli motor tersebut.
Sempat frustasi dalam menentukan warna motor.

Pertama saya tertarik dengan warna merah.
Tapi warna tersebut adalah warna spesial dan perlu penambahan uang untuk mendapatkannya.
Ketika saya meng-iyakan untuk menambah uang, pihak Kawasaki malah tidak bersedia untuk menyediakan motor tersebut dengan berbagai macam alasan.
Di Denpasar hanya ada 1 motor Kawasaki Ninja RR 150 CC berwarna merah. Berbahagialah orang yang memiliki motor dengan warna tersebut.

Pilihan kedua jatuh ke warna orange.
Namun ketika meminta pendapat orang lain mengenai warna orange, jawabannya tidak jauh dengan “motor pak pos”.
Saya sih tidak mempermasalahkan tentang julukan itu, namun setelah dipikir-pikir warna orange bisa membuat saya cepat bosan dan warna tersebut terlalu silau, bisa cepat membangkitkan emosi.

Pilihan ketiga jatuh kepada warna hijau.
Memang hijau itu warna yang sangat banyak dipilih oleh pecinta motor Kawasaki Ninja RR 150 CC alias warna kampungan.
Namun setelah saya pikir-pikir, warna hijau adalah warna ciri khas Kawasaki dan selain itu warna hijau adalah warna yang soft, tidak silau, dan memberikan ketentraman apabila melihatnya.
Jadi pilihan saya jatuh kepada warna hijau.

Mungkin pembaca bertanya-tanya, kok orang ini aneh banget warna dipermasalahkan.
Mungkin bagi yang belum tahu, warna bisa memberikan efek bagi kehidupan kita.
Jadi bagi saya penentuan warna sangatlah penting untuk kehidupan saya.

Saya belum bisa memberikan pendapat banyak mengenai motor Kawasaki Ninja RR 150 CC karena saya sangat newbie dalam mengendarainya.
Yang pasti motor ini adalah motor terbaik yang pernah saya kendarai selama ini.

 

 

MESIN
Tipe Mesin 2 Langkah, Crankase reed valve, KIPS, RIS
Diameter x Langkah 59,0 x 54,4 mm
Kopling Wet multi disc
Gigi transmisi 6 speed, constant mesh, return shift
Pola pergantian gigi  
Karburator Mikuni VM 28
Baterai 12 V 4 Amper Jam
Busi  
Volume silinder 148 cc
Perbandingan kompresi 7,2 : 1
Susunan silinder Satu buah
Sistem Starter Kick
Sistem Pelumasan Oli Injection
Kapasitas Minyak Pelumas

1,2 Liter

Bahan Bakar Premium
CHASSIS
Berat kosong 124,5 kg
Tipe rangka
Kapasitas tangki 11,5 liter
Jarak sumbu roda 1300 mm
Jarak terendah ke tanah 131 mm
Roda depan dan belakang  
SUSPENSI/BAN
Suspensi depan Telescopic fork suspension
Suspensi belakang Monoshock suspension
Ukuran ban belakang 110/80-17 57S
Ukuran ban depan 90/90-17 49S
PERFORMA
Dimensi P x L x T 1965 mm x 725 mm x 1075 mm
Radius belok minimum  
Daya maksimum 22,1 KW (30 PS) / 10.500 RPM
Torsi maksimum 2,2 kgm / 9000 RPM
Sistem Pengapian  
SISTEM PENGEREMAN
Rem depan Rem cakram twin pot
Rem belakang  

now_beta.png